
Ehm...Sesuai dengan judulnya..."Si Kepred Koplok". Ya, kenapa ga koplok. Karena, selama ini gw terjun di dunia ini, dunia jurnalistik sebenarnya tidak sesuai dengan kemampuan gw. Semua yang gw dapat berdasarkan pengalaman otodidak.
Awalnya, gw hanya bermodalkan coba-coba dan nekat. Pada 2005 awal, ehm...gw lupa waktu persisnya. Tapi, waktu itu merupakan perjalanan sejarah gw di dunia penulisan ini. Di mulai dari ajakan seorang kawan yang sebenarnya gw kenal dia entah dimana. Tapi, saat itu kita sama-sama mendirikan majalah mingguan khusus anak sekolah SMA yang ada di Kota Bandung.
Pendirian majalah ini juga sebenarnya perkembangan dari tren buku tahunan yang sering dibikin siswa/i kelas III SMA. Dari sana, upaya gw untuk menulis kiprah perjalanan siswa dari kelas III itu dimulai. Hanya bermodal pengalaman yang pernah menjadi Ketua Mading saat SMP dan SMA (Tapi, tidak pernah nulis satu naskah pun), akhirnya gw PD untuk menyelesaikan satu (1) halaman dari 24 halaman yang ada dalam waktu dua hari.
Majalah itu, kita kasih nama "PRISMA". Kantor Redaksinya di rumah Gw, dikawasan Cicaheum, Bandung. Bahkan, dua bulan lalu, masih ada siswa SMA yang penasaran dan menelepon ke rumah/redaksi untuk minta liputan kegiatan mereka. he he he he....aneh sebenarnya.
Padahal, majalah ini hanya bertahan selama tiga bulan sejak dia terbit. Selama tiga bulan itu juga, tenaga gw tidak pernah dibayar oleh yang punya modal. Anjrit...kehidupan gw sebagai pengantin baru dan sangat membutuhkan yang namanya duit, disaat itu malah harus berkorban mengeluarkan duit.
1/3 tabungan gw yang rencananya untuk dibelikan makanan kami (suami-istri) selama tiga bulan, HABIS. sementara, pemasukannya tidak pernah tercatat. Ehm...melihat ada gelagat yang tidak benar akhirnya gw memutuskan "kabur" dari majalah ini. Spanduk redaksi "Prisma" yang semula dipasang didinding rumah gw akhirnya dicabut.
Dalam satu minggu, gw dapat lagi tawaran kerja di sebuah koran "Odong-odong". Kenapa gw beri nama koran ini seperti itu??? yah, karena nasibnya sama seperti pengalaman kerja gw di majalah "Prisma" tersebut. Tiga bulan lamanya, gw tidak mendapatkan pemasukan. Hanya beberapa kali saja gw mulai tau apa yang namanya "JALE". Jujur, gw tidak minta dan gw masih menolak jika mereka memberikan amplop itu. (Ah...idialisme gw saat itu lebih tinggi dari orang lain).
Karena, senasib dengan sebelumnya. akhirnya, gw juga mencoba untuk "KABUR" dari tempat itu. Tawaran menarik muncul disaat ada rekanku juga yang lebih dulu masuk ke Grup Jawa Pos--Radar Bandung. Nah, disana gw mencoba untuk serius menjalani pekerjaan ini.
Berbagai pertimbangan dan pemikiran dari sang istri tercinta, akhirnya gw memutuskan untuk terjun lebih dalam ke dunia ini. walau pun tidak pernah memiliki modal sedikit pun tentang apa itu penulisan, teori jurnalistik, etika jurnalistik, dan sebagainya yang berbau jurnalistik. Yang gw punya hanya kemauan dan keinginan untuk bekerja dan mendapatkan duit untuk menggantikan enam bulan sisa tabungan gw yang hangus sia-sia.
Koploknya....tanpa pengetahuan dan teori yang pernah gw dapat selama hidup. Dunia ini akhirnya gw lalui dengan mulus selama satu tahun di Radar Bandung (2005-2006). Dengan keinginan untuk mencoba yang lebih dalam lagi, akhirnya gw mencoba mendaftarkan diri ke Seputar Indonesia (SINDO) edisi Jabar.
Dan Lebih Koploknya lagi, gw masih hidup disini. Nyaris tiga tahun (2006-2008) selama perjalanan ini gw mengerti dengan sendirinya apa yang disebut dengan jurnalistik. (Jangan tanya dan disamakan sesuai dengan teori yang ada di kampus-kampus) Ilmu yang gw dapat berdasarkan otak gw, pengalaman gw, penglihatan gw, perasaan gw, dan nyali besar gw untuk terjun lebih dalam ke dunia ini.
dan koplok yang lebih dasyatnya lagi...selama hampir tiga tahun gw di SINDO dan sekarang jadi Kepred SINDO Jabar, gw dipaksa lagi untuk terjun ke "jurang" yang lebih dalam lagi. tidak pernah tahu dengan yang namanya manajemen perusahaan, sistem manajemen yang tidak jelas, amburadulnya peraturan yang ada, dan SABAR yang tidak ada duanya.
Tapi, gw akan tetap bertahan dan akan terus otodidak seperti yang pernah gw lalui dulu. Mungkin, setelah empat tahun kemudian gw akan menemukan apa yang namanya manajemen perusahaan, sistem manajemen yang tidak jelas, amburadulnya peraturan yang ada, dan SABAR yang tidak ada duanya itu.
Ha ha ha ha ha ha ha ha....Dasar Kepred Koplok....
BRAVO SINDO....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar